Sebagai wujud bentuk kepedulian pendidikan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia serta upaya pengembangan Muhammadiyah, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali memberikan beasiswa untuk Program Studi Pendidikan Dokter dan Program Studi Pendidikan Dokter Gigi. Beasiswa ini diberikan kepada santri yang kurang mampu dari Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Muhammadiyah di Indonesia.

Pengumuman hasil seleksi beasiswa dokter Muhammadiyah tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan UMY, Sri Atmaja P. Rosyidi, ST., MSc.Eng., Ph.D. bertepatan dengan acara Pengajian Ramadhan 1436 H Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang bertempat di gedung Ar. Fachruddin B lantai 5 kampus terpadu UMY pada Minggu (21/6). Dalam sambutannya Sri menuturkan, pada tahun ini UMY memberikan 7 beasiswa dokter Muhammadiyah, yang terbagi atas 5 orang untuk Program Studi Pendidikan Dokter dan 2 dari Program Studi Pendidikan Dokter Gigi. “Pada tahun ini merupakan tahun ke 5 beasiswa dokter Muhammadiyah telah diberikan oleh UMY, dan setiap tahunnya jumlah penerima semakin bertambah, semoga dengan adanya bantuan beasiswa ini pendidikan di Indonesia akan tumbuh menjadi lebih baik, dan bagi penerima beasiswa ini dapat bersungguh-sungguh dalam menimba ilmunya dan nantinya dapat memberikan pengabdian kepada masyarakat,” paparnya.

Adapun proses penyaringan beasiswa ini telah melalui berbagai tahapan penyeleksian, seperti dijelaskan oleh Dr. Siti Dyah Handayani, SE., M.M, selaku Kepala Biro Penerimaan Mahasiswa Baru (Penmaru) UMY, tahapan tersebut terdiri dari seleksi berkas, tes CBT (Computer Based Test), tes kemampuan Bahasa Inggris, wawancara, tes psikologi, dan terakhir home visit. “Tahun ini terdapat 129 pendaftar beasiswa dokter Muhammadiyah, dari total pendaftar tersebut yang lolos dari tahap seleksi berkas yaitu ada 39 orang, yang terdiri dari 28 santri yang berasal dari Pulau Jawa, dan 11 orang berasal dari luar Pulau Jawa, dan sampai penyeleksian akhir kami mengambil 7 orang santri yang berhak menerima beasiswa. Kami sudah mendapatkan lima orang santri yang berhak menerima beasiswa ini, sementara untuk 2 orang santri lagi yang berasal dari luar Pulau Jawa, saat ini hasilnya masih dalam proses seleksi tahap akhir,” ucapnya.

Dyah menambahkan, untuk beasiswa pada Program Studi Kedokteran Gigi, pada tahun ini merupakan tahun pertama, sebelumnya beasiswa yang diberikan hanyalah pada beasiswa Program Studi Pendidikan Dokter, dan pada tahun ini juga beasiswa tersebut full diberikan oleh UMY, yang mana pada sebelumnya sempat bekerjasama dengan Health Professional Education Quali​ty (HPEQ). “Harapannya pemberian beasiswa ini kedepannya akan ditambahkan dari program studi lainnya, tidak hanya Pendidikan Dokter, dan Kedokteran Gigi, serta untuk penerima beasiswanya akan semakin bertambah banyak setiap tahunnya,” tambahnya.

Adapun kelima santri yang berhak mendapatkan beasiswa dokter Muhammadiyah tersebut yaitu, Siti Munfarikah (Panti Asuhan Anak Yatim Muhammadiyah Gubug Grobongan), Lailatul Hidayanti (Pondok Pesantren Al- Mu’min Muhammadiyah Tembarak Temanggung), Nurul Afiati (Pondok Pesantren Al Manar Muhammadiyah Galur Kulonprogo), Ezky Nida Adelia (Pondok Pesantren Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta), dan Aryani Dewi (Panti Asuhan Anak Taman Harapan Muhammadiyah Cabang Lekong Kota Bandung). (adm)